Buat saya, Faith atau Iman itu adalah hal yang sangat pribadi mengenai hubungan saya dengan Sang Pencipta. Bahwa dunia dan alam semesta ini adalah Maha Karya Sang Pencipta. Menyadari sepenuhnya secara akal budi, pikiran dan jiwa bahwa saya ada karena diciptakan olehNya dalam rencanaNya yang baik dan bukan hanya karena hubungan intim antara pria dan wanita semata. Bahwa saya tidak akan bisa hidup bertahan dalam dunia ini selama setengah abad lebih tanpa Anugerah dan PimpinanNya. I cant live without HIM and His guidance. Period.
Buat saya, iman adalah nafas kehidupan, bensin yang membuat mobil kehidupan saya berjalan. Kalaupun saya harus melewati jalanan yang rusak dengan kerikil-kerikil banyak, atau harus turun ke jurang atau naik keatas gunung, selama saya mempunyai bensin yang cukup, roda kehidupan terus berjalan.
Topik ini sering menjadi hal yang sensitive, walaupun sebetulnya kalau dipikir secara sederhana (dan ngga dibuat ribet) dan setiap orang bisa belajar saling menghargai, rasanya keharmonisan itu bisa tercipta. Anyway, tempat ini adalah halaman dimana saya bercerita tentang my ups and downs. Bahwa segelap apapun jalan yang harus saya lalui, there is always light at the end of the tunnel. Tapi kan masalahnya selama jalan di gelap gelap itu gimana ya ? Nah, saya akan bercerita proses perjalanannya dan bagaimana saya meng-aplikasikan faith itu sebagai lampu senter biar waktu jalan pelan-pelan ngga kesandung dan bisa berhasil sampai akhir melihat terang.
“Trust in the Lord with all your heart, do not depend on your own understanding.
Seek His will in all you do, and He will show you which path you take
(Proverbs 3:5-6)”