Why I Dive
Tahun 1999 pacar saya, dan sekarang menjadi suami, bilang bahwa hobby utama dia adalah scuba diving atau menyelam. Reaksi spontan saya waktu itu adalah “Why? Isn’t mysterious there? It is an unknown world, aren’t you afraid?”. Richard hanya tersenyum dan berkata “it’s unbelievably beautiful down there”. Beberapa bulan setelah obrolan itu, saya bersama teman-teman berlibur ke Menado. Sebagian dari teman kami punya misi khusus untuk menyelam di Bunaken, saya dan 2 orang teman mau snorkelling saja. Tempat kami menginap adalah Hotel Santika karena Thalassa Dive Shop yang mengurus kegiatan laut kami berlokasi dihotel ini. Petualangan dilaut langsung dimulai keesokan harinya. Cuaca yang cerah, air yang jernih dan jarak pendang yang baik memberikan pengalaman snorkelling yang seru dan menyenangkan. Saya bisa lihat dengan jelas keindahan warna warni dan bentuk bermacam-macam ikan dan juga terumbu karang. Para divers langsung menyelam lebih dalam secara perlahan, saya bisa lihat dari atas. Tiba-tiba timbul rasa iri karena saya tidak bisa ikutan melihat keindahan alam bawah laut dibawah sana.
Pendek cerita, setelah liburan itu, saya bertekad mau jadi diver dan langsung memberanikan diri mengambil kelas Open Water untuk mendapat sertifikasi dari PADI (Professional Association of Diving Instrutors)
Setelah lulus dan mendapat status Open Water Certified Diver, saya mengambil kelas berikutnya yaitu Advance Certification di Villa Ombak, Gili Trawangan. Tujuannya adalah untuk bisa menyelam diwaktu malam. Menyelam dalam gelap dikedalaman 10 meter keatas bisa memberikan rasa chill tersendiri. Alam bawah laut dan eko-sistemnya menampilkan warna yang berbeda di malam hari. Soft Coral dipagi atau tengah hari yang berwarna pink, dimalam hari bisa terlihat berwarna ungu. Incredible !
Dampak liburan di Bunaken merubah pikiran dan pendapat saya tentang kata mysterious menjadi rewarding dan perasaan fear of the unknown world terganti menjadi rasa excited with the underwater world. Alam bawah laut - segala macam tipe ikan, terumbu karang, bintang laut, dan lain lain - keindahannya sulit sekali digambarkan dengan kata-kata. Warna-warni yang beragam belum tentu bisa saya temukan warnanya dikotak pinsil atau crayon warna yang isinya 24 atau lebih.
Setelah memiliki dan menikmati pengalaman spectacular dibawah laut, liburan-liburan berikutnya sebisanya saya hubungkan dengan kegiatan menyelam. Tempat-tempat yang saya dan Richard sudah datangi adalah Bunaken di Menado, Lembeh Strait di Belitung, hampir semua dive spots di Bali, Gili Islands, Wakatobi, Raja Ampat, Belize di Laut Caribbean dan Cebu di Filipina. Yang saya akan bagikan di blog ini adalah highlights dari beberapa perjalanan menyelam kami.
Peralatan menyelam. Yang tidak terfoto diatas adalah jam komputer untuk menyelam (dive computer), pemberat ( weights) dan tangki (tank).